Israel Menyerang Hamas Lewat Darat, Laut dan Udara

18 01 2009

Pada hari Sabtu (10/1) Israel menyerang Jalur Gaza lewat darat, laut dan udara, Hamas juga menembakkan roket ke Israel, baik Israel maupun Hamas tidak peduli seruan internasional agar segera melakukan gencatan senjata.

Sampai hari Sabtu, konflik di Gaza telah memasuki minggu ketiga, kedua belah pihak terus meningkatkan intensitas serangan bom, meriam dan roket. Pesawat tempur, helikopter dan kapal perang Israel terus menyerang sasaran di Gaza. Hamas di selatan Jalur Gaza terus menembakkan roket ke Israel.

Pada saat yang sama, upaya diplomatik masih terus di lakukan di Kairo, Mesir, beberapa pihak sedang membicarakan proposal gencatan senjata yang diajukan Mesir, agar peperangan ini bisa segera diakhiri.

Angkatan Darat, Laut dan Udara Israel menyerang Hamas

Pihak berwenang Israel mengatakan, mereka melalui tiga jalur :darat, laut dan udara meluncurkan lebih dari 70 serangan ke kubu Hamas di wilayah Gaza, di antaranya termasuk yang dikatakan pasukan Israel tempat penembakan roket, gudang senjata dan amunisi serta terowongan jalur untuk penyelundupan senjata.

Seorang juru bicara tentara Israel mengatakan, seorang komandan pasukan serangan roket Hamas tewas oleh serangan tentara Israel

AFP mengutip informasi Israel mengatakan, paling sedikit 550 militan Palestina meninggal dalam serangan tentara Israel dan di pihak Israel 13 orang tewas, terutama prajurit Israel.

Belum ada pengumuman baru di pihak Hamas, tetapi milisi Hamas terus melakukan serangan roket ke Israel, berhasil mengenai sasaran di kota Ashqelon bagian selatan Israel, sedikitnya 3 orang terluka.

BBC melaporkan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengatakan bahwa pasukan Israel sudah mendekati daerah tujuan aktivitas militer Hamas di Jalur Gaza. Masih memerlukan lebih banyak kesabaran, dan tindakan militer akan terus dilakukan. Dia mengatakan Israel tidak dapat dalam menit terakhir meninggalkan semua yang telah diperoleh.

Sebelum serangan Israel memberitahu penduduk di Gaza

Pada hari Sabtu, sebelum tentara Israel melakukan serangan, memberitahu warga Gaza akan ada lebih banyak aktivitas militer. Ankatan Udara Israel menyebarkan selebaran, dan tentara Israel juga menelepon warga Gaza, memperingatkan konflik akan meningkat.

Wartawan Palestina di pusat Kota Darvas Gaza memberitahu Voice of America, ia juga menerima telpon yang sama.

Ia mengatakan “tentara Israel kemarin malam menelpon kita, mereka katakan akan memulai serangan tahap ketiga, dan memperingatkan kami, kalian lebih baik menjauhi anggota Hamas, harus mendengarkan perintah militer Israel. Dan seterusnya. ”

Dia mengatakan bahwa telepon acak peringatan ini tidak sedikit, ketika orang-orang menerima telpon ini, kami akan menyampaikan isinya ke keluarga, teman dan tetangga.

Krisis kemanusiaan

Konflik di Gaza telah menyebabkan banyak korban, team penyelamat juga memperingatkan, rumah sakit di Gaza sedang berupaya keras merawat anggota yang luka, makanan semakin sedikit, krisis kemanusiaan mungkin akan lebih parah lagi.

Voice of America melaporkan karena kekurangan makanan, tidak ada listrik, air yang stabil, serta ketakutan yang timbul akibat ledakan dan serangan bom, penduduk Gaza setiap hari berjuang dalam garis antara hidup dan mati, kehidupan semakin sulit, dimana- mana perasaan kematian sangat kental.

Membahas usulan gencatan senjata

Dalam suasana ketegangan akibat pertempuran di kedua belah pihak, pada saat yang sama Ketua Otoritas Nasional Palestina Mahmoud Abbas, Sabtu (10/1) di Kairo berbicara dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak untuk membahas proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Mesir. Abbas dalam konferensi pers mendesak kedua pihak untuk menerima tawaran tersebut, ia mengatakan bahwa ini adalah”satu-satunya cara” untuk mengakhiri konflik berdarah.

Baik Israel mapun Hamas tidak menghiraukan seruan resolusi PBB tentang segera melakukan gencatan senjata, tetapi Hamas telah mengirim seorang wakil ke Kairo, Mesir untuk membahas usulan tersebut. Pejabat Israel kemarin telah mengunjungi Kairo.

Kedua belah pihak tidak berniat untuk gencatan senjata

Pada 27 Desember tahun lalu Israel mulai meluncurkan serangan untuk membalas tembakan roket Hamas ke selatan Israel. Pemerintah Israel mengatakan bahwa sebelum Hamas menghentikan serangan roket dan kehilangan kemampuan untuk memperkuat senjatanya kembali, Israel tidak akan menghentikan aksi militer.

Hamas terus melakukan serangan roket ke Israel. Meskipun resolusi PBB telah menyerukan untuk segera melakukan gencatan senjata, tetapi kedua belah pihak tampaknya tidak berniat untuk mengakhiri permusuhan.

dikutip dari http://erabaru.or.id/20090112875/israel-menyerang-hamas-lewat-darat-laut-dan-udara.html





Menyambut Tahun Baru Hijriah 1430 H

18 01 2009

Tahun baru Hijriah 1430 H telah tiba. Apa yang bakal terjadi pada tahun mendatang kita tidak tahu. Tapi yang pasti, tahun 1429 H ini tidak diakhiri dengan suka tapi dengan duka. Lebih dari 301 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya luka-luka akibat serangan udara biadab yang dilancarkan oleh zionis Israel pada 2 hari sebelum tahun 1429 H lalu berakhir. Ini seolah melengkapi penderitaan berkepanjangan yang dialami oleh warga Irak akibat 5 tahun penjajahan AS, juga warga Afghanistan yang hingga kini masih harus hidup dalam bayang-bayang pasukan pendudukan asing yang berkedok sebagai pasukan penjaga keamanan.

Sementara di sisi lain, dunia Islam, sebagaimana wilayah lain, juga tengah mengalami dampak buruk yang ditimbulkan oleh krisis finansial global yang berawal dari krisis finansial yang melanda Amerika Serikat kemudian menyusul Eropa. Walhasil, belum lagi kita di Indonesia benar-benar pulih dari krisis moneter tahun 1997 yang kemudian menimbulkan krisis multidimensi, krisis finansial yang dampaknya diperkirakan akan lebih buruk pun datang menerjang. Maka, pengangguran, kemiskinan, kriminalitas dan berbagai problem lain yang masih cukup tinggi bakal akan terus meningkat di tahun mendatang.

Berbagai upaya memang telah dilakukan untuk menghadapi berbagai problematika itu, baik secara individu, kelompok maupun oleh negara, termasuk di tingkat global. Tapi Hizbut Tahrir Indonesia berpendapat, berbagai langkah yang ditempuh itu tidaklah bakal mampu menyelesaikannya, karena langkah-langkah tersebut tidaklah menyentuh problema dasar dari munculnya berbagai persoalan itu. Yakni akibat umat tidak lagi memiliki pelindung dan hidup dalam sistem selain Islam, baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya maupun pendidikan sejak Indonesia merdeka hingga sekarang. Diyakini, sistem selain Islam pasti akan berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat secara keseluruhan, sebagaimana dibuktikan selama lebih dari 50 tahun Indonesia merdeka, sistem tersebut berulangkali menjerumuskan negeri ini dalam berbagai krisis. Sementara, umat Islam yang hidup tanpa pelindung pasti akan terus menerus didzalimi, sebagaimana saat ini terlihat di Palestina dan di tempat lain.

Di sinilah Hizbut Tahrir Indonesia melihat pentingnya seruan penegakan Khilafah dan penerapan sistem Islam yang bersumber dari syariah Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Disamping dalam konteks keimanan, penerapan syariah dan penegakan Khilafah merupakan kewajiban setiap Muslim, apapun latar belakang ormas, orpol, profesi, etnis dan jabatan mereka, seruan ini sesungguhnya juga merupakan kepedulian Hizbut Tahrir Indonesia secara nyata dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh rakyat Indonesia dan umat Islam secara keseluruhan yang masih terus berlangsung hingga saat ini.

Meski tuntutan penerapan syariah dan penegakan Khilafah sebagai solusi atas krisis atau persoalan ini makin kuat menggema bukan hanya di berbagai daerah di Indonesia, tapi juga di berbagai negara sebagaimana tampak dari hasil berbagai survai yang dilakukan oleh berbagai institusi di tahun lalu, diakui bahwa upaya tersebut tidaklah mudah. Perlu waktu dan upaya terus menerus yang didukung oleh berbagai komponen umat bagi tercapainya cita-cita tersebut.

Karena itulah, Hizbut Tahrir Indonesia memandang perlu adanya upaya-upaya intensif secara terus-menerus guna memberikan penerangan, penjelasan dan wawasan yang utuh dan menyeluruh tentang syariat Islam dan Khilafah kepada masyarakat, agar; Pertama, terbentuk kesadaran dan pendapat umum tentang pentingnya penerapan syariat dan penegakan Khilafah Islam untuk menyelematkan Indonesia khususnya, dan dunia Islam umumnya dari jurang keterpurukan yang lebih dalam akibat berbagai krisis yang melanda; Kedua, terbentuk kesadaran dan pendapat umum tentang keluasan, keutuhan dan ketangguhan syariah serta kebutuhan adanya Khilafah sebagai pelindung dalam menyelesaikan problematika kehidupan dan kewajiban penerapannya oleh tiap Muslim dan negara; Ketiga, terbangun keinginan kuat dari masyarakat untuk hidup di bawah naungan Khilafah dan diatur dengan syariah Islam.

Selanjutnya diharapkan syariat Islam dan gagasan Khilafah di tahun mendatang bisa lebih “memasyarakat”, sehingga Islamophobia, syariatophobia atau Khilafatophobia diharapkan tidak ada lagi, paling tidak bisa sedikit demi sedikit terkikis. Masyarakat yang telah memiliki kesadaran tentang pentingnya syariah dan Khilafah inilah yang bakal menjadi tonggak utama bagi penerapan syariah dan penegakan Khilafah.

Berkenaan dengan hal itu semua, khususnya dalam menyambut Tahun Baru 1430 Hijriah, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:

1. Menyerukan kepada seluruh umat Islam, khususnya para pejabat negara, pimpinan orpol dan ormas Islam, anggota parlemen di pusat dan di daerah, para perwira dan anggota TNI/Polri, para ulama, wartawan, cendekiawan, para usahawan dan serikat-serikat pekerja, serta para pemuda dan mahasiswa untuk secara sungguh-sungguh berjuang bagi tegaknya syariah dan Khilafah di negeri ini. Serta secara sengaja menempatkan perjuangan penegakan syariah dan Khilafah sebagai agenda utamanya. Sesungguhnya mengamalkan syariah dalam kehidupan pribadi dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara merupakan kewajiban setiap Muslim dan bentuk paling nyata dari pengamalan hijrah non-fisik sebagaimana yang dimaksud Nabi, yakni orang yang berhijrah adalah yang meninggalkan apa yang dilarang Allah SWT. Lagi pula, kemana lagi kita akan mengadu, setelah sosialisme hancur dan kapitalisme makin menunjukkan kebobrokannya sebagaimana ditunjukkan oleh krisis finansial global dewasa ini bila tidak kepada Islam?

2. Menolak segala penjajahan dengan segala bentuknya atas negeri-negeri Muslim, seperti yang dilakukan AS dan sekutunya atas Irak dan Afghanistan, India atas Kashmir dan Israel atas Palestina. Khusus terhadap Israel, yang telah memblokade dan membombardir Gaza, diserukan kepada seluruh pemerintah negeri kaum Muslim agar mengerahkan pasukannya untuk berperang melawan entitas Yahudi itu. Jika tidak, maka mereka telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya dan orang-orang Mukmin. Juga mengingatkan, agar pemerintah Indonesia benar-benar menjalankan perannya sebagai pelindung rakyat, bukan justru demi kepentingan asing malah mengorbankan rakyatnya.

3. Menyerukan kepada umat Islam di mana pun berada agar pada tahun 1430 H mendatang untuk lebih meningkatkan keteguhan iman, pemahaman dan pengamalan ajaran Islam, persaudaraan, persatuan dan solidaritas ummat untuk bangkit dan bersatu menerapkan syariah, menegakkan kembali Khilafah yang akan menjaga setiap jengkal negeri Islam, melawan imperialisme dan mewujudkan kembali izzul Islam wal Muslimin.

4. Semoga Allah SWT di tahun 1430 H mendatang meneguhkan iman kita, meluaskan pemikiran dan pemahaman kita, mengokohkan pendirian kita serta menguatkan semangat, kesabaran dan keistiqamahan perjuangan kita dalam mewujudkan kembali Islam di muka bumi ini. Amien

dikutip dari http://hizbut-tahrir.or.id/2008/12/30/menyambut-tahun-baru-hijriah-1430-h/